Nasional

Ahli : peningkatan status geopark Ranah Minang tingkatkan pariwisata

Please enter banners and links.

 

Foto udara pengunjung menikmati fasilitas jalan di atas sawah di Rest Area Geopark Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. (Antara/Iggoy El Fitra)

HARIANKAMPAR.COM, Padang – Ahli dan Koordinator Tim Geopark Ranah Minang Dr Febrin Anas Ismail mengemukakan jika Geopark Ranah Minang masuk dalam Unesco Global Geopark akan dapat meningkatkan sektor pariwisata di Sumatera Barat.

“Belajar dari geopark Yuntaishan di China pada 1999 kota itu dikenal miskin dan tercemar, saat 2011 bertransformasi menjadi geopark, pendapatannya meningkat menjadi 30 miliar dolar AS dari kunjungan wisatawan,” kata dia di Padang, Kamis dalam diskusi kelompok terpumpun Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark bertemakan “The Great Sumatra Fault”.

Menurut dia di Indonesia ada Geopark Gunung Sewu yang pada 2012 jumlah pengunjung hanya 600 ribu dan setelah jadi geopark naik 500 persen menjadi lima juta pengunjung.

Jika pada 2023 ada geopark di Sumbar yang berstatus Unesco Global Geopark maka akan menarik turis premium sehingga masyarakat lokal akan mendapatkan manfaatkan ekonomi maksimal.

Febrin menyebutkan saat ini terdapat 161 geopark di dunia yang berstatus Unesco Global Geopark dan di Indonesia baru enam.

Ia menjelaskan geopark merupakan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi dan masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Saat ini di Sumatera Barat sudah ada tiga Geopark Nasional yaitu Geopark Ngarai Sianok Maninjau, Geopark Sawahlunto, dan Geopark Silokek.

Ia menyampaikan ke depan ada empat geopark lagi yang akan diusulkan menjadi Kawasan Geopark Nasional yaitu Geopark Harau, Talamau, Singkarak dan Geopark Goa Batu Kapal di Solok Selatan.

Sementara salah satu nilai jual dan kelebihan Geopark Ranah Minang adalah adanya patahan Sumatera berupa retakan yang terjadi akibat tumbukan antar lempeng berlokasi di Ngarai Sianok, Danau Singkarak dan Danau Kembar.

Ia menjelaskan dalam pengelolaan geopark diperlukan partisipasi masyarakat, amenitas, infrastruktur, data ilmiah, dukungan pemerintah daerah, swasta dan perguruan tinggi, ada badan pengelola serta branding.

Untuk menuju Unesco Global Geopark perlu ada penetapan warisan geologi melalui Perpres, menyelesaikan rencana induk geopark dan memastikan pengelolaan berjalan efektif dalam satu tahun terakhir.

Febrin menambahkan saat ini ada 15 geopark nasional yang bersaing untuk diusulkan menjadi Unesco Global Geopark.

sumber   :  antara

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close